Esareyasyahdeni's Blog

UNSUR-UNSUR GAMBAR DALAM KOMPOSISI (VISUAL ELEMENT) | September 27, 2009

Perlu dipahami, dalam membentuk suatu pengambilan gambar yang baik, seorang juru kamera harus mengetahui segala sesusatu gambar yang tertangkap oleh mata atau lensa kamera.

Perlu kita ketahui bahwa seorang juru kamera merupakan mewakili mata penonton.

Yang harus diketahui oleh juru kamera diantaranya    :

– Tokoh dan segala sesuatunya termasuk perlengkapan kostum dan make up

– Lokasi gedung / tempat kejadian

– Properti / perlengkapan dan dekorasi , warna, cahaya / lighting

1.FRAMING

Pedoman penempatan unsur-unsur gambar kedalam bingkai. Yang bertujuan menempatkan suatu objek pada komposisi yang baik serta terpenuhinya unsur keseimbangan bingkai bagian kiri dan bingkai bagian kanan juga bagian atas dari bingkai dan bagian bawah dari bingkai dalam pengelompokan. Ini sering kita sebut framing atau membingkai. suatu unsur gambar itu yaitu misalnya letakkan objek orang di tengah bingkai/frame dengan dengan berpedoman pembagian pada 2 buah garis vertikal dan 2 buah garis horizontal dalam sebuah bingkai atau frame, sehingga membentuk suatu pertemuan garis vertikal dan garis horizontal , maka dapat kita dapati 2 titik bagian atas dan 2 titik bagian bawah yang membentuk titik pusat perhatian penonton atau interest point of object.

Keseluruhan ini disebut juga THE RULE OF THIRDS atau THE GOLDEN MEAN.

Untuk pengambilan gambar dengan objek  orang, letakkan mata objek tersebut pada titik perhatian sepertiga bagian atas. Sedangkan untuk pengambilan gambar panorama, letakkan batas cakrawala atau langit dan daratan pada titik sepertiga bagian bawah.

2.  HEAD ROOM

Pertemuan titik perhatian itu akan membentuk batasan ruang diatas kepala sebesar sepuluh persen dari bingkai yang ada ini disebut head room.

Juga sebagai panduan garis batas dalam bingkai yang akan hilang sekitar sepuluh persen mengelilingi setelah mengalami proses penyiaran melalui transmisi atau pemancar dan diterima di rumah-rumah yang disebut safety zone

3.   LOOKING ROOM/NOSE ROOM

Dan untuk menunjukkan jarak pandang suatu objek, harus memberikan ruang di depan lebih luas dibanding ruang belakang, istilah ini disebut LOOKING ROOM / NOSE ROOM.

4. WALKING ROOM

Untuk pengambilan gambar objek ( orang atau kendaraan) yang sedang bergerak ke depan, harus memberikan ruang di depan objek untuk menunjukkan arah lebih luas dibanding bagian belakang disebut juga dengan WALKING ROOM.


Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: