Esareyasyahdeni's Blog

TRANSISI GAMBAR | September 27, 2009

Dalam pertelevisian sering kita jumpai perubahan gambar ke gambar lain, hal tersebut muncul pada saat melakukan pasca produksi di meja editing, tetapi bukan ber arti seorang juru kamera tidak perlu tahu, justru hal itu menjadi panduan pada saat pengambilan gambar yang diperlukan.

Perlu diketahui bahwa apa yang dilakukan di atas, akan mempunyai dampak terhadap penampilan, penyajian dn suasana acara.

Secara artistik sebuah acara dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut:

  1. Sebuah acara dapat dilaksanakan dengan hanya sebuah kamera, walaupun demikian berkat editing yang trampil penonton akan disuguhkan sesuatu yang lain hasilnya.
  2. Dengan editing, peristiwa-peristiwa yang berlainan waktunya maupun tempatnya dapat diperlihatkan dalam satu bagian.
  3. Berkat editing, informai dapat ditambahkan, serta perbaikan dan sensor.
  4. Dengan editing dapat diciptakan hubungan, yng mungkin maupun yang tidak mungkin ada.
  5. Editing berarti dapat melakukan pemilihan gambar yang diinginkan dan penyusunan tersebut tentunya akan mempengaruhi reaksi dan interprestasi penonton.

Adapun jenis-jenis transisi antara lain:

1.  Cutting

2.  Dissolving / mix

3. Fading

1. CUTTING

Perubahan atau peralihan gambar secara tiba-tiba, mulai dari gambar satu ke gambar yang lain, tanpa mengesampingkan urutan pengambilan gambar. Dengan kata lain penggabungan gambar secara tiba-tiba tetapi masih dalam satu adegan            ( kontinuitas gambar ) .Yang dimaksud disini adalah masih dalam satu adegan yang sama atau terkait.

2.  MIX / DISSOLVING

Perubahan atau peralihan gambar secara perlahan dengan cara menggabungkan atau mencampur dua buah gambar yang bebeda, mulai dari gambar pertama digantikan dengan gambar berikutnya. Hal tersebut untuk menjembatani gambar satu dengan yang lain yang berbeda suasana.

3.  FADE

Perubahan atau peralihan gambar mulai dari blank atau gelap menuju ke gambar yang disebut fade in, ini berarti dimulainya atau dibuka acara tersebut atau sebaliknya mulai dari gambar menuju ke blank atau gelap disebut fade out, untuk mengakhiri acara.

Untuk itu seorang juru kamera diharuskan mengetahui shot-shot mana yang nantinya dipergunakan untuk penggabungan gambar satu dengan yang lain dengan memberikan suatu transisi. Visual yang digunakan untuk transisi haruslah menambah sekitar lima sampai sepuluh detik dari yang biasanya.


Ditulis dalam Uncategorized

2 Komentar »

  1. mw nanya ni bang. kl untuk film dokumenter, lebih baik memakai transisi sissolving atau fade?
    thx

    Komentar oleh bayu — September 27, 2009 @ 4:39 pm

    • kl fade biasa’a untuk pembukaan film

      dissolving untuk perubahan gambar…

      fade juga buat penutup atau akhir dari film atau suasana yg berbeda…
      spengetahuan gw gt doang sob…

      Komentar oleh esareyasyahdeni — September 27, 2009 @ 5:01 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: